
Polres Grobogan – Polda Jateng – Upaya pencegahan paham radikalisme terus dilakukan jajaran Polres Grobogan melalui pendekatan dialogis kepada masyarakat, termasuk kalangan perguruan pencak silat. Salah satunya dilakukan dalam kegiatan sambang di Padepokan PSHT P17 Dusun Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema "Fasilitasi Antisipasi dan Cegah Dini terhadap Paham Radikalisme” dan dihadiri sekitar 75 anggota PSHT P17 Grobogan.
Kasat Intelkam Polres Grobogan AKP Arif Fachrudin dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan sambang tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap generasi muda, khususnya anggota perguruan silat agar tidak mudah terpengaruh paham yang dapat memecah persatuan bangsa.
“Tujuan kami hadir di sini adalah untuk bersilaturahmi sekaligus berdiskusi bersama adik-adik sekalian. Ini menjadi momen yang baik untuk saling belajar dan memahami pentingnya menjaga persatuan serta menjauhi paham radikalisme,” ujar AKP Arif Fachrudin.
Menurutnya, generasi muda harus memiliki cita-cita dan tujuan hidup yang jelas sehingga mampu memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar dan berkembang secara positif.
“Adik-adik harus terus belajar, memiliki tujuan hidup dan semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik. Jangan mudah terpengaruh hal-hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Kradenan AKP Edy Sutarjo mengatakan bahwa anggota perguruan silat memiliki peran penting dalam menjaga situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing.
“Perguruan silat harus menjadi contoh dalam menjaga persaudaraan, keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Silat bukan hanya soal kemampuan bela diri, tetapi juga bagaimana menjaga sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari,” kata AKP Edy Sutarjo.
Kapolsek Kradenan juga mengingatkan para peserta agar menjaga kondusivitas menjelang kegiatan pengesahan yang akan berlangsung pada bulan Suro mendatang.
“Kami berharap seluruh anggota PSHT dapat menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi, baik oleh isu di lapangan maupun informasi yang beredar di media sosial,” jelasnya.
Selain itu, AKP Edy Sutarjo juga mengimbau para anggota perguruan silat untuk menjauhi berbagai bentuk pelanggaran hukum, termasuk kepemilikan senjata tajam maupun barang-barang ilegal lainnya.
“Hindari segala bentuk pelanggaran hukum. Jangan sampai masa depan rusak karena terlibat tindakan yang melanggar aturan. Jadilah generasi muda yang berprestasi dan membanggakan keluarga maupun daerah,” tegas Kapolsek Kradenan.
Dalam kegiatan tersebut para peserta juga mendapatkan materi mengenai pentingnya menjaga persatuan, meningkatkan kewaspadaan terhadap paham radikalisme serta membangun karakter generasi muda yang disiplin dan cinta tanah air.
Kegiatan berlangsung penuh keakraban dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.
Melalui kegiatan sambang tersebut diharapkan terjalin sinergitas yang baik antara aparat keamanan dengan perguruan silat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Grobogan.
Selama kegiatan berlangsung situasi terpantau aman, tertib dan lancar.