
Polres Grobogan – Polda Jateng – Polsek Gabus melaksanakan monitoring dan pengamanan kegiatan penyaluran bantuan pangan berupa sembako tahun 2026 di wilayah Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan pengamanan dilaksanakan dengan lokasi penyaluran yang tersebar di delapan balai desa se-Kecamatan Gabus.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Gabus bersama unsur terkait melakukan pengawasan dan pengamanan guna memastikan penyaluran bantuan berjalan aman, tertib dan tepat sasaran.
Kapolsek Gabus AKP Witoyo mengatakan, bahwa pengamanan dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat.
“Kami dari Polsek Gabus melaksanakan monitoring dan pengamanan agar kegiatan penyaluran bantuan pangan dapat berjalan aman, tertib dan lancar serta tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar AKP Witoyo.
Ia menjelaskan, bantuan pangan tersebut merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan membantu masyarakat kurang mampu sekaligus menjaga stabilitas kebutuhan pangan warga.
“Bantuan ini sangat membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Karena itu kami hadir untuk memastikan proses distribusi berjalan dengan baik,” jelas Kapolsek Gabus.
Dalam penyaluran tersebut, setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi bulan Februari hingga Maret 2026.
Adapun desa yang melaksanakan penyaluran bantuan antara lain Desa Sulursari sebanyak 983 KPM, Desa Nglinduk 673 KPM, Desa Pelem 1.442 KPM, Desa Tlogotirto 986 KPM, Desa Tahunan 772 KPM, Desa Gabus 400 KPM, Desa Pandanharum 1.155 KPM serta Desa Keyongan sebanyak 887 KPM.
Kapolsek Gabus juga mengimbau masyarakat agar tetap tertib saat proses pengambilan bantuan berlangsung sehingga kegiatan dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban selama proses penyaluran bantuan berlangsung serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” tambah AKP Witoyo.
Menurutnya, kehadiran personel Polri di tengah kegiatan masyarakat merupakan bentuk pelayanan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di seluruh lokasi penyaluran bantuan terpantau aman, lancar dan kondusif tanpa adanya gangguan kamtibmas.