
Polres Grobogan - Polda Jateng - Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, Polres Grobogan menghadirkan sejumlah fasilitas pelayanan melalui Operasi Ketupat Candi 2026. Berbagai pos pengamanan dan pos pelayanan disiapkan di titik-titik strategis guna memberikan rasa aman serta kenyamanan bagi masyarakat.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Polres Grobogan mendirikan lima Pos Pengamanan (Pos Pam) dan satu Pos Pelayanan Terpadu (Posyan). Keberadaan pos-pos tersebut difungsikan sebagai pusat informasi, pelayanan, serta koordinasi selama operasi berlangsung.
Di wilayah Kota Purwodadi, dua pos utama dibangun untuk menunjang pelayanan publik, yakni Pos Pam Masjid Kapal dan Pos Pelayanan Terpadu Masjid Nabawi. Kedua lokasi tersebut dipilih karena berada di jalur ramai dan mudah diakses masyarakat.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi kepolisian dalam menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan warga. Dengan adanya pos di lokasi strategis, diharapkan setiap kebutuhan masyarakat selama perjalanan dapat terlayani secara cepat dan tepat.
Selain berfungsi sebagai titik pengamanan, pos tersebut juga menjadi tempat masyarakat memperoleh berbagai layanan pendukung. Fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh pemudik maupun warga sekitar yang membutuhkan bantuan.
Di kawasan Kota Purwodadi, salah satu Pos Pam ditempatkan di sekitar Alun-Alun Purwodadi, tepatnya di Jalan Bhayangkara, berhadapan dengan Kantor Disporabudpar Grobogan. Lokasi tersebut dinilai strategis karena berada di jalur utama lalu lintas kendaraan.
Bangunan Pos Pam tersebut dibuat dengan desain yang unik sehingga mudah dikenali masyarakat. Konsep visual yang berbeda dari biasanya juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Kepala Pos Pengamanan Masjid Kapal Alun-Alun, Iptu Moch Agus Salim, menyampaikan bahwa pendirian pos ini bertujuan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang melintas di wilayah tersebut.
Menurutnya, kawasan Alun-Alun Purwodadi merupakan jalur pergerakan kendaraan dari berbagai arah, sehingga memerlukan pengawasan dan pelayanan yang optimal. Keberadaan pos diharapkan mampu membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan selama perjalanan.
Iptu Moch Agus Salim menjelaskan bahwa berbagai layanan telah disiapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat di lokasi tersebut.
Ia menyampaikan, masyarakat akan mendapatkan berbagai macam layanan, seperti kesehatan maupun layanan lain yang terkait pada Operasi Ketupat Candi 2026 ini.
Ia juga menjelaskan konsep bangunan pos yang dirancang berbeda dari tahun sebelumnya.
"Konsepnya sebenarnya sederhana. Pos Pam Alun Alun ini dibuat dengan konsep Masjid yang berbentuk kapal. Cuma hanya kelihatan bagian badan kapal, ada jendela yang mirip jendela di kapal," jelas Iptu Moch Agus Salim.
Selain melayani pemudik, pos ini juga siap menjadi pusat bantuan ketika terjadi keadaan darurat di jalan. Petugas yang berjaga akan memberikan respons cepat sesuai kebutuhan masyarakat.
Pos pengamanan tersebut juga menjadi tempat koordinasi lintas instansi yang terlibat dalam Operasi Ketupat Candi 2026. Kolaborasi ini memperkuat sistem pengamanan dan pelayanan di lapangan.
"Di Pos Pam ini tidak hanya dari kepolisian saja, tetapi juga ada dari rekan TNI, tim medis dari PMI Grobogan, dan juga rekan Pramuka dan Dishub Grobogan," jelas Iptu Moch Agus Salim.
Sinergi antarinstansi tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan apabila terjadi situasi yang memerlukan tindakan bersama. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
Tidak hanya sebagai pusat pengamanan, pos ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kenyamanan. Beragam sarana disediakan agar masyarakat merasa lebih betah saat singgah.
Sejumlah fasilitas tersedia, mulai dari area bermain anak, taman baca, ruang laktasi, ruang pijat, hingga ruang istirahat. Selain itu, terdapat pula photo booth, coffee corner, serta fasilitas pengisian daya telepon seluler.
Sementara itu, Polres Grobogan juga menghadirkan Pos Pelayanan Terpadu di kawasan Simpang Lima Purwodadi, tepatnya di dekat pintu masuk Taman Kuliner. Lokasi tersebut dipilih karena mudah dijangkau masyarakat.
Pos Pelayanan Terpadu ini dipimpin oleh Ipda Novi Ariani dengan konsep yang dirancang lebih inovatif dibandingkan tahun sebelumnya. Desain bangunan dibuat agar memberikan suasana berbeda sekaligus menarik perhatian.
Konsep yang diusung terinspirasi dari arsitektur Masjid Nabawi. Nuansa tersebut dihadirkan untuk memberikan identitas visual yang khas serta memperkuat citra pelayanan yang humanis.
Salah satu elemen yang menjadi daya tarik adalah keberadaan patung unta di bagian depan bangunan. Ornamen tersebut menambah kesan tematik sekaligus menjadi spot foto bagi pengunjung.
"Ini adalah arahan dari Bapak Kapolres untuk membuat Pos Pelayanan Terpadu dengan konsep yang berbeda dari tahun sebelumnya. Dan untuk Operasi Ketupat Candi 2026 ini berkonsep Masjid Nabawi Mekkah, yang dilengkapi dengan Patung Unta, dimana Unta ini adalah hewan khas Timur Tengah," kata Ipda Novi.
Berbagai layanan tersedia di Pos Pelayanan Terpadu tersebut, mulai dari ruang pelayanan, ruang jaga, ruang zoom, hingga ruang istirahat. Fasilitas kesehatan dan coffee corner juga disiapkan untuk mendukung kenyamanan masyarakat.
Selain itu, tersedia ruang edukasi yang ramah anak, sehingga keluarga yang singgah dapat memanfaatkannya untuk beristirahat sambil memberikan aktivitas positif bagi anak-anak.
"Di samping semua fasilitas yang ada, ruang edukasi merupakan ruang ramah anak. Anak-anak bisa bermain dan membaca buku. Di sini juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada masyarakat secara humanis," tambah Ipda Novi.
Melalui penyediaan berbagai pos dan fasilitas tersebut, Polres Grobogan berharap pelayanan selama Operasi Ketupat Candi 2026 dapat berjalan optimal. Kehadiran pos pengamanan dan pos pelayanan terpadu diharapkan tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat secara profesional serta humanis.