
Polres Grobogan - Polda Jateng - Upaya pencegahan kenakalan remaja selama bulan Ramadan terus digencarkan jajaran Polsek Brati.
Kali ini, Bhabinkamtibmas menggelar sosialisasi kamtibmas di MTs YASI Jangkungharjo guna mencegah terjadinya perang sarung, tawuran, balap liar, penggunaan sound horeg untuk membangunkan sahur, serta permainan petasan, Senin (2/3/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para siswa dan dewan guru dengan penuh perhatian. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai dampak negatif dan konsekuensi hukum dari berbagai tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Plt. Kapolsek Brati AKP Abdul Kadir menegaskan, bahwa kalangan remaja perlu mendapatkan edukasi sejak dini agar tidak terlibat dalam aktivitas berisiko.
“Perang sarung yang dianggap sekadar permainan bisa berujung tawuran dan menimbulkan korban. Begitu pula balap liar yang membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain,” ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, Bhabinkamtibmas juga menjelaskan bahaya penggunaan petasan yang dapat menyebabkan luka bakar maupun kebakaran.
Sementara itu, penggunaan sound horeg secara berlebihan untuk membangunkan sahur dinilai dapat mengganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat.
Petugas mengajak para siswa untuk mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan positif, seperti belajar, beribadah, dan mengikuti aktivitas yang bermanfaat. Pendekatan dialogis digunakan agar para pelajar lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
AKP Abdul Kadir menambahkan, bahwa peran orang tua dan pihak sekolah sangat penting dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas remaja, khususnya pada malam hari hingga menjelang sahur.
“Sinergi antara kepolisian, sekolah, dan keluarga menjadi kunci dalam mencegah kenakalan remaja,” imbuhnya.
Pihak MTs YASI Jangkungharjo menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap sosialisasi serupa dapat terus dilakukan sebagai upaya pembinaan karakter siswa.
Melalui kegiatan ini, Polsek Brati menegaskan komitmennya dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama Ramadan. Diharapkan para pelajar mampu menjadi generasi yang disiplin, sadar hukum, serta turut menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.