
Polres Grobogan - Polda Jateng - Pengecekan kondisi jalan dilakukan di wilayah Kabupaten Grobogan dilakukan oleh Ditlantas Polda Jawa Tengah bersama Satlantas Polres Grobogan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Selasa (4/11/2025).
Pemeriksaan kondisi jalan ini dilaksanakan di Bundaran Getasrejo serta beberapa lokasi rawan kecelakaan di Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan arus lalu lintas selama musim libur panjang berjalan aman, tertib, dan lancar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Tengah AKBP Christoper Adhikara Lebang, Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Mohamad Bimo Seno, jajaran Satlantas Polres Grobogan, serta perwakilan dari Dishub, Dinas PUPR, BPJ Purwodadi, dan sejumlah instansi terkait lainnya.
Disampaikan AKBP Christoper Adhikara Lebang, bahwa pengecekan jalan dilakukan khususnya di jalur Purwodadi-Blora, terutama Bundaran Getasrejo dan titik blackspot di Desa Rejosari, agar jalur tersebut siap dilalui saat puncak arus libur Nataru.
“Kami ingin memastikan tidak ada hambatan berarti di jalur ini menjelang Nataru. Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi keselamatan pengguna jalan,” jelas Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Tengah.
Selain memantau kondisi fisik jalan, tim gabungan juga meninjau titik-titik yang berpotensi memicu kemacetan maupun kecelakaan. Hal ini dimaksudkan agar rekayasa lalu lintas dapat diterapkan lebih awal dan efektif.
AKBP Christoper Adhikara Lebang menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi untuk mewujudkan Kamseltibcar Lantas, yaitu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Grobogan.
“Sinergi antarinstansi mutlak diperlukan agar kesiapan infrastruktur dan petugas di lapangan saling mendukung,” tambahnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Mohamad Bimo Seno menilai perlu adanya pemasangan spanduk dan banner imbauan di titik strategis.
Langkah ini bertujuan agar pengendara lebih mudah memahami pengalihan arus saat terjadi kepadatan, khususnya di Bundaran Getasrejo dan sekitar Rejosari.
Dalam survei tersebut, tim juga memetakan trouble spot, yakni titik yang rawan kemacetan atau kekacauan arus saat arus mudik dan balik Nataru.
AKP Mohamad Bimo Seno menambahkan, pemasangan spanduk atau banner di titik-titik tertentu akan membantu rekayasa arus, sehingga volume kendaraan dapat terurai merata dan risiko kecelakaan berkurang.
“Kami berharap kegiatan ini turut mewujudkan Kamseltibcarlantas di wilayah Grobogan, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas korban laka lantas,” tutup AKP Mohamad Bimo Seno.